ArtikelPenanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan. Paparan asap masih mengancam kesehatan, aktivitas masyarakat terganggu, dan warga membutuhkan perlindungan selama bencana berlangsung. Di tengah persoalan tersebut, muncul pertanyaan lain: apakah upaya penanganan yang tersedia juga dapat diakses oleh difabel?







